Ini nih Perbedaan KPR Konvensional dengan KPR Syariah

Ini nih Perbedaan KPR Konvensional dengan KPR Syariah

Ini nih Perbedaan KPR Konvensional dengan KPR Syariah – Pembelian rumah dengan metode KPR masih menjadi cara pembayaran rumah dijual surabaya yang difavoritkan banyak orang. Namun tak sedikit pula yang masih kurang paham mengenai metode pembayaran KPR. Perlu diketahui, terdapat dua jenis KPR yakni KPR Syariah dan KPR Konvensional.

KPR Syariah sendiri memiliki sistem yang bebas bunga dan riba. Perbedaan paling kontras antara keduanya adalah dalam proses transaksi. Normalnya KPR Konvensional bertransaksi dengan uang, namun KPR Syariah bertransaksi dengan barang. Barang yang dimaksud disini adalah rumah yang akan dibeli oleh calon pembeli dengan prinsip jual-beli (murabahah).

Intinya adalah pihak bank syariah seperti akan membeli rumah yang akan dibeli oleh calon pembeli dan menjualnya kembali kepada calon pembeli tersebut dengan cara dicicil. Cicilan dari bank syariah juga tidak memiliki bunga. Hanya saja pihak bank syariah mendapatkan keuntungan dari mengambil margin harga jual rumah.

Contoh kasusnya adalah misalnya anda ingin membeli rumah seharga Rp500 juta dengan menggunakan metode KPR Syariah. Pihak bank syariah akan terlebih dahulu membeli rumah tersebut dan menjual kembali kepada anda dengan mengambil keuntungan Rp100 juta. Maka anda harus membayar total cicilan selama masa tenor sebesar Rp600 juta, dikurangi dengan uang muka.

Baca Juga : Yuk Buat Tampilan Depan Rumah Jadi Lebih Bersih dan Rapi!

Berikut perbedaan KPR Konvensional dengan KPR Syariah

KPR Konvensional

  • Ketentuan dan syarat ditetapkan oleh bank
  • Suku bunga cicilan ditentukan oleh naik turunnya BI rate atau kebijakan bank terkait
  • Jika pembeli terlambat atau menunggak membayar cicilan akan didenda
  • Masa tenor antara 5-25 tahun

KPR Syariah

  • Menerapkan prinsip Murabahah (jual beli)
  • Tidak ada bunga selama cicilan berlangsung
  • Jika pembeli terlambat atau menunggak membayar, tidak akan dikenakan denda
  • Masa tenor antara 5-15 tahun

Kelebihan KPR Syariah

  1. Besaran cicilan tidak akan berubah dan bersifat tetap serta tidak bergantung pada suku bunga BI (Bank Indonesia).
  2. Apabila anda berencana melunasi seluruh pembayaran lebih awal, pihak Bank Syariah tidak akan mengenakan denda ataupun penalti seperti KPR Konvensional
  3. Anda bisa melakukan perencanaan keuangan kedepannya karena besaran cicilan yang bersifat tetap.
  4. Uang muka KPR Syariah lebih ringan yakni 10%, sedangkan uang muka KPR Konvensional lebih besar yakni minimal 20%.
  5. Persyaratan dan proses pengajuan yang lebih cepat dan mudah dengan prinsip syariah.
  6. Meski KPR Syariah terlihat lebih mudah dan banyak keuntungan, namun tetap terdapat beberapa persyaratan dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh calon konsumen.
  7. Berstatus karyawan tetap dan sudah berpengalaman kerja minimal 2 tahun
  8. Berstatus wiraswasta dan sudah berpengalaman usaha minimal 3 tahun
  9. Berstatus profesional dan sudah berpengalaman praktek minimal 2 tahun
  10. Usia minimal adalah 21 tahun dan usia maksimal adalah 65 tahun.
  11. Tidak memiliki catatan dalam daftar pembiayaan bermasalah
  12. Memenuhi segala persyaratan mengenai pemegang polis asuransi jiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *